Sinopsis Film Knight and Day

 

Mendengar judulnya kesatu kali, saya sempat mengupayakan menerka-nerka. Kali ini, apa yang akan dilaksanakan Tom Cruise? Pastinya dia bakal menjadi sang “knight” yang (mungkin) bakal bertemu seorang gadis yang akan memenuhi hari-harinya kemudian bahagia selamanya. Yep, tipikal cerita romantis yang banyak sekali happy ever after. Itulah bayang-bayang saya terhadap film ini. Lalu, apakah khayalan saya itu tepat?

Sebelum berangkat mengarah ke bioskop untuk menonton preview film ini, saya menyempatkan diri untuk menggali sedikit informasi tentang film ini. Satu urusan yang agak mengejutkan, ternyata film ini dikategorikan ke dalam film action-comedy. Lalu saya ingat, ini ialah Tom Cruise, sosok yang berpengalaman dalam menjalankan misi tak dapat (mission impossible) dan selalu sukses keluar dari kejaran sindikat atau agen-agen rahasia. Ini lebih masuk akal daripada khayalan saya tentang “Sang Knight” dengan kehidupan romantisnya. Tapi, saya lumayan penasaran dengan jenis yang kedua: komedi. Saya pulang sibuk mengurutkan kemungkinan-kemungkinan yang terdapat dan berjuang menyatukan pecahan puzzle di kepala saya. Tom Cruise, action, Cameron Diaz, komedi. Film macam apa ini? Apakah sejenis A-Team (2010) atau Tropic Thunder (2008)?penasaran?nonton film subtitle Indonesia di situs paling joss

Setelah lelah menerka-nerka, saya putuskan guna berhenti menggali informasi dan menyaksikan film ini tanpa “mengintip” jalan ceritanya tidak banyak pun. Saat menonton film ini, saya lumayan senang sebab tebakan saya benar, Tom Cruise membintangi Roy Miller, seorang buronan CIA sebab yang memegang suatu baterai berdaya tinggi mempunyai nama Zephyr yang konon kekuatannya dapat dipakai untuk menerangi satu kota. Baterai berikut pusat dari seluruh konflik. Jika jatuh ke tangan yang salah dan dipakai untuk kebutuhan yang tidak baik, baterai itu dapat menimbulkan kehancuran yang parah.

Dalam pelariannya, Miller bertemu June Havens (Cameron Diaz), yang “tak sengaja” sedang di pesawat yang sama. Mau tidak mau, Miller “melibatkan” Havens sebab CIA menduga Havens berkolaborasi dengan Miller dan menjadikan Havens target pengejaran. Mereka pun berjuang menghindar dari kejaran semua agen CIA dan mengamankan Simon Feck (Paul Dano), sang penemu baterai, yang menurut keterangan dari pendapat Miller, pun dalam bahaya. Anda menginginkan June Havens menjadi mitra Miller dalam bertindak layaknya Natalie Cook dalam film Charlie’s Angels (2000)? Kubur dalam-dalam pemikiran tersebut. Selama masa pelarian, Miller bahkan mesti membius Havens berkali-kali supaya kepanikan berlebihan Havens tidak merusak rencana pelarian mereka. Pertemuan Havens dan Miller yang lumayan singkat menciptakan Havens belum dapat mempercayai Miller sepenuhnya. Apalagi, ketika CIA mengindikasikan fakta-fakta bahwa Miller-lah pengkhianat yang sebenarnya. Havens juga bimbang dan tidak dapat memutuskan pihak mana yang mesti ia percaya. Banyak urusan yang ia pikirkan: siapa sebetulnya Miller? Apakah ia memang seorang pengkhianat? Bagaimana perasaan Miller terhadapnya?

Setelah selesai menonton film ini, (lagi-lagi) tidak sedikit pertanyaan terlintas di kepala saya, salah satunya: apa sebetulnya genre film ini? Di mula saya memang telah tahu bila ini ialah film action-comedy. Tapi, yang saya lihat di sini bukanlah jenis komedi layaknya dua film action-komedi yang saya sebutkan di atas. Komedi yang terdapat di film ini saya anggap melulu sebagai bumbu penyedap suatu film, tidak cukup kuat guna menjadikannya suatu film separuh komedi. Bahkan, saya memandang lelucon yang terdapat di film ini terkesan tanggung dan melulu “numpang lewat” saja. Dua pemeran utama film ini tidak bersinergi dengan baik sehingga menciptakan film ini susah dikategorikan. Tom Cruise tampil dengan daya tarik dan aksinya yang memukau, paling action. Sedangkan Cameron Diaz tampil dengan kesederhanaan, ke-naif-an, dan passion of love-nya, paling drama. Jadi, saya lebih suka mengategorikan film ini ke dalam action-drama. Apa juga kategorinya, film berbujet minim ini masih layak disaksikan sebagai hiburan di akhir pekan. Intinya, tidak boleh pernah berharap tidak sedikit pada suatu film dan tidak boleh acuhkan komentar-komentar negatif tentang sebuah film (contohnya komentar saya di atas). Ketika Anda menyimpulkan untuk menyaksikan sebuah film, kosongkanlah benak Anda dari pengaruh-pengaruh menyesatkan dan selanjutnya biarlah kita yang menyimpulkan penilaian terhadap film tersebut. Semua urusan di dunia ini tidak jarang kali dapat disaksikan dari sudut pandang yang berbeda, kan?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *