Ini Dia Budaya Dan Adat Istiadat Daerah Maluku

Budaya Maluku ialah aspek kehidupan yang merangkum adat istiadat, kepercayaan, seni dan kelaziman lainnya yang dijalani dan diberlakukan oleh masyarakat Maluku. Maluku ialah sekelompok pulau yang adalah bagian dari Nusantara. Maluku berbatasan dengan Timor di sebelah selatan, pulau Sulawesi di sebelah barat, Irian Jaya di sebelah unsur timur dan Palau di unsur timur laut. Masa kini kita bisa baca tentang budaya ambon di media massa seperti diinternet yang bisa kita baca atau nonton tentang berita ambon untuk mengetahui lebih jauh. Maluku memiliki berbagai budaya dan adat istiadat mulai dari perangkat musik, bahasa, tarian, sampai seni budaya.

 

BUDAYA ARUMBAE

Lomba Arumbae Manggurebe

Arumbae ialah bentukan karakter masyarakat Maluku, baik yang bermukim di pesisir maupun di pegunungan. Arumbae ialah kebudayaan berlayar dalam masyarakat Maluku. Perjuangan mengarungi lautan adalahbagian dari terbentuknya sebuah masyarakat. Sebagai contoh, masyarakat Tanimbar – dalam mitos Barsaidi mempercayai bahwa leluhur mereka mendarat di pulau Yamdena setelah melalui perjuangan yang susah di lautan. Perjuangan mengarungi lautan adalahsejarah keluhuran. Kedatangan semua leluhur dari pulau Seram, pulau Jawa (seperti Tuban dan Gresik) dan pulau Bali menjadi unsur dari kisah keluhuran masyarakat di Maluku Tengah, Buru, Ambon, Lease, dan Maluku Tenggara. Ragam kisah inilah yang menyusun terjadinya persekutuan Pela Gandong antar negeri. Dalam pataka wilayah Maluku, Arumbae menjadi simbol wilayah yang di dalamnya ada lima orang sedang mendayung menghadapi kendala lautan. Secara filosofis, maknanya merupakan masyarakat Maluku ialah masyarakat yang dinamis, dan sarat daya juang dalam menghadapi kendala untuk menyongsong masa mendatang yang gemilang.

Laut ialah medan sarat bahaya dan Arumbae menstrukturkan teknik pandang bahwa laut ialah medan kehidupan yang mesti dihadapi. [1Itulah sebabnya, masyarakat Maluku menyaksikan laut sebagai jembatan persaudaraan yang menghubungkan satu pulau dengan pulau Berlayar ke sebuah pulau, laksana dalam Pela Gandong bertujuan guna mengeratkan jalinan hidup orang bersaudara sebagai pandangan dunia orang Maluku. Kebiasaan papalele, babalu, maano, dan konsekuensi berlayar ke pulau lain, menciptakan laut dan arumbae sebagai simbol perjuangan ekonomi.

Arumabe terlihat dalam pelbagai karya seni. Misalnya dalam syair kata tujuh ya nona, diperbanyak tujuh, sapuluh ampa ya nona dalang parao Banyak gapura negeri adat Maluku berbentuk Arumbae. Lagu daerah tidak sedikit mengumpamakan keharmonisan dengan simbol perahu atau Arumbae. Di bidang olahraga, Arumbae Manggurebe menjadi program pariwisata dan olah raga tahunan yang diadakan di Teluk Ambon.

 

BATU PAMALI

Batu Pamali ialah simbol material adat masyarakat Maluku. Di samping Baileo, lokasi tinggal tua, dan teung soa, batu Pamali pun termasuk mikrosmos dalam negeri-negeri yang ditempati masyarakat adat Maluku.Batu Pamali adalahbatu alas atau batu dasar berdirinya suatu negeri adat yang selalu ditaruh di samping lokasi tinggal Baileo, sekaligus sebagai representasi kehadiran leluhur (Tete Nene Moyang) di dalam kehidupan masyarakat. Batu Pamali sebagai format penyatuan soa-soa domestik adat, dengan begitu batu Pamali ialah milik bareng setiap soa. Di sejumlah negeri adat Maluku, batu Pamali dipunyai secara kolektif, tergolong negeri adat yang masyarakatnya mendekap agama yang berbeda. Seiring dengan pertumbuhan agama di masyarakat, terjadi pergeseran praktik ritus dan eksistensi batu Pamali. Dengan adanya UU No. tahun 1979, adat pribumi negeri-negeri diganti dengan penyeragaman sistem pemerintahan desa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *